Ini Dia 6 Ciri Narasumber yang Baik untuk Diwawancarai!

narasumber yang baikKamu sedang membutuhkan narasumber yang dapat memberikan informasi untuk dijadikan materi tulisanmu? Jika iya, pastikan bahwa pihak yang akan kamu wawancarai merupakan narasumber yang baik!

Narasumber yang baik sangat diperlukan agar kamu bisa mendapatkan informasi yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan yang kamu perlukan. Di sisi lain, penyampaian informasi yang baik dari seorang narasumber juga dapat mengurangi risiko mispersepsi, sehingga kita sebagai pewawancara dapat memahami apa yang benar-benar disampaikan untuk kemudian diteruskan menjadi konsumsi publik.

Nah, seperti apa ciri-ciri narasumber yang baik untuk diwawancarai? Yuk simak tanda-tanda berikut!

Ciri-ciri narasumber yang baik

1. Tepat waktu

narasumber yang baik

Sumber: Webhelp

Narasumber yang baik akan menghargai kesepakatan waktu yang telah disetujui. Ia pun akan cenderung tiba di lokasi/siap untuk diwawancarai beberapa menit sebelum waktu yang telah ditentukan sebagai bentuk antisipasi.

Selain itu, ia pun juga akan selalu berusaha untuk menepati durasi ataupun deadline yang telah disepakati. Dengan demikian, kita dapat mengetahui bahwa dia sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk berbagi informasi dengan turut mempertimbangkan ketersediaan waktu yang kita miliki. Jika narasumber memenuhi kriteria ini, maka wawancara pun dapat berjalan dengan lebih efektif.

2. Responsif

narasumber yang baik

Sumber: Vicki Tuchtan

Seorang narasumber yang baik juga memiliki ciri responsif. Dalam hal ini, narasumber yang responsif memiliki arti bahwa ia mudah dijangkau dan selalu memberikan tanggapan yang dibutuhkan dalam jangka waktu yang relatif cepat.

Dengan demikian, akan terbentuk komunikasi yang baik antara dia sebagai narasumber dan kita sebagai pewawancara. Kita pun tidak akan kehilangan banyak waktu untuk menunggu-nunggu balasan sang narasumber sehingga penyelesaian penulisan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

3. Sopan dalam bertutur kata

narasumber yang baik

Sumber: Alyson Doyle

Penuturan kata yang sopan akan membuat komunikasi yang terbentuk lebih mengalir karena bahasa yang digunakan akan membuat interaksi antara narasumber dan kita sebagai pewawancara menjadi lebih nyaman.

Selain itu, penuturan kata yang sopan juga akan membuat penyampaian informasi lebih mudah diterima oleh pewawancara. Dengan demikian, wawancara pun juga akan berjalan lebih efektif karena komunikasi yang nyaman akan memberikan kesempatan bagi kita untuk mengeksplorasi lebih banyak informasi dari sang narasumber.

Baca Juga: Bete dengan Writer’s Block? Ini Solusinya

4. Menguasai dan mengerti hal yang diperbincangkan

narasumber yang baik

Sumber: T3 Property Management

Pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan merupakan hal yang mutlak harus dimiliki oleh narasumber. Hal ini disebabkan karena pemahaman narasumber mengenai tema yang akan dibahas akan sangat berpengaruh terhadap seberapa banyak dan valid-nya informasi yang dapat dia berikan.

Pemahaman narasumber yang komprehensif mengenai tema terkait akan membuat informasi yang akan disampaikan lebih padat, berbobot, tepat sasaran, dan insightful. Dengan demikian, narasumber dapat mengakomodasi kebutuhan informasi pewawancara sekaligus memberikan informasi edukatif yang dapat berguna bagi masyarakat luas.

5. Diplomatis, namun jujur dan obyektif

narasumber yang baik

Sumber: Alyson Doyle

Kejujuran dan ke-obyektifan merupakan dua hal utama yang harus dimiliki narasumber berkualitas. Hal ini ditujukan agar informasi yang dia berikan valid dan sesuai dengan fakta yang ada.

Jika narasumber tidak dapat memberikan informasi yang faktual dan obyektif, maka hasil wawancara pun menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh publik sebab informasi yang diberikan bukan merupakan suatu kebenaran yang dapat diterima oleh banyak kalangan.

6. Interaktif dan komunikatif

narasumber yang baik

Sumber: Amy McDonell

Narasumber yang baik dan handal ialah narasumber yang dapat merangsang pewawancara untuk bertanya lebih dalam lagi mengenai topik yang sedang dibahas. Dengan demikian, akan lebih banyak pula informasi yang bisa didapatkan.

Untuk menciptakan suasana yang interaktif, tentunya dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dari dua pihak. Ketika dua pihak tersebut dapat secara aktif terlibat dalam pertukaran informasi, niscaya suasana yang interaktf akan tercipta. Di sisi lain, komunikasi yang baik juga akan mengurangi risiko mispersepsi yang dapat menjadi penyebab sesatnya informasi yang disampaikan.

Baca Juga: 5 Tips Ini Bisa Membantu Kamu Menemukan Sumber Tulisan Dengan Lebih Akurat!


Itu dia beberapa contoh ciri narasumber yang baik untuk kamu wawancarai. Semoga setelah membaca pembahasan di atas, kamu jadi bisa lebih membedakan narasumber mana yang memang baik untuk kamu wawancarai dan mana yang tidak. Dengan demikian, kamu pun bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik, berbobot, dan informatif.

Bicara tentang tulis-menulis, jika kamu memiliki ketertarikan untuk mengembangkan keterampilan menulismu, kamu bisa bergabung dengan C2live untuk membangun portfolio kamu, lho! Tidak hanya itu, kalian yang juga bisa mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh C2live, seperti:

Lomba Blogging Skyscanner: Aha Moment Saat Travelling!
Lomba Blogging EV Hive: Yuk, Akselerasi Bersama Coworking Space di Era Teknologi!
Buat kamu yang masih belum yakin dengan kemampuan menulismu, kamu bisa cek Blog C2live untuk berbagai tips menulis dan tips blogging yang bermanfaat! Stay tuned ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *