Inilah 5 Kesalahan Umum yang Biasa Dilakukan Freelancer Saat Ketemu Klien Baru!

kesalahan umum saat bertemu klien baruMenurut Oxford Economics USA, pertemuan face-to-face jauh lebih efektif untuk membahas proyek dengan klien dibandingkan rapat virtual. Namun, pertemuan tatap muka dengan klien punya resiko tersendiri, apalagi bagi penulis lepas. Pasalnya, ada beberapa kesalahan umum saat bertemu klien baru yang kerap dilakukan!

Jangan biarkan usaha panjang Anda dalam membangun portofolio terhapus begitu saja saat bertemu dengan klien. Sebaiknya, kamu kenali dulu 5 kesalahan penulis lepas berikut, biar lebih mantap dan percaya diri kedepannya! Apa saja?

1. Kesalahan pertama: penampilan yang nggak profesional

kesalahan umum saat bertemu klien baru

Penampilan yang nggak profesional jatuh dalam kesalahan umum saat bertemu klien baru. Walaupun bukan pekerja tetap dan tidak mewakili badan apapun, nggak ada salahnya untuk tampil profesional! Nggak perlu jas dan sepatu pantoefel. Profesionalitas itu bisa ditampilkan dengan banyak cara!

Mulai dari wajah yang bersih, rambut rapi, dan kosmetik yang nggak berlebihan. Kemudian, pakailah baju sesuai industrimu! Orang dari industri kreatif boleh banget tampil sedikit eksentrik, kasual namun unik. Kuncinya adalah menunjukkan kepercayaan diri dan karakter yang terbuka.

Untuk pria, bisa mengenakan kaos polos dengan blazer kulit, dipasangkan dengan celana chino serta alas kaki boat shoes. Untuk wanita, sheath atau flared dress ditemani syal, heels, dan gelang manik lucu juga kece banget!

Ingat penelitian Neil Howlett, ahli Psikologi dari University of Hertfordshire Inggris,  berpakaian rapi dapat mempengaruhi perbedaan kesan terhadap orang lain secara dramatis. Orang-orang yang mengenakan tampak profesional dinilai lebih percaya diri, sukses, fleksibel, dan berpendapatan besar!

2. Kesalahan kedua: tidak mendiskusikan harga di muka


Saat bertemu dengan klien baru, kesalahan penulis lepas yang cukup umum adalah tidak mendiskusikan bayaran atas proyek yang dikerjakan. Mungkin malu, mungkin tidak berani, banyak sekali freelancer baru yang masih bingung apakah harus membawa topik upah di pertemuan pertama.

Memang, menunggu klien memulai omongan itu lebih baik. Namun, nggak ada salahnya kamu melakukan riset kecil-kecilan untuk mencari tahu harga yang standar dalam industrimu. Hal ini bisa melindungi kamu dari exploitasi dan manipulasi.

Usahakan juga, bila kamu sudah pasti menerima proyek untuk langsung menuntaskan pembahasan rincian biaya di awal. Tujuannya untuk memperjelas administrasi, serta tidak menghambat proses berjalannya proyek kedepannya. Jangan malu untuk bernegosiasi. Sertakan alasan yang masuk akal, dan coba pegang kontrol dan pride atas kemampuanmu.

3. Kesalahan ketiga: menyimpan-nyimpan informasi


Kapanpun memungkinkan, berikan 100% usaha pada klien. Jangan ada informasi yang disembunyikan, baik sengaja ataupun kelupaan. Ini termasuk kesalahan umum saat bertemu klien baru: penulis lepas tidak memberikan rincian pekerjaan, apa yang bisa ia lakukan, bagaimana ia melakukannya.

Seringkali klien baru akan bingung dan frustrasi bila ia kesulitan menilai skala kemampuan kamu dan dihadapkan dengan ambiguitas yang tinggi.  Sarannya, siapkanlah timeline, deskripsi sederhana, proses kerja, tujuan akhir yang diharapkan, budget dan material yang diperlukan, serta keterbatasan yang kamu miliki.

Menjelaskan itu semua bisa menunjukkan bahwa kamu cukup transparan dan sungguh-sungguh terhadap apa yang kamu lalukan. Tidak berlebihan, namun sekaligus percaya diri. Bagaimana pun juga, what they see is what they get is the recipe for authenticity.

4. Kesalahan keempat: menanyakan hal yang tidak relevan

Saat bertemu dengan klien, sebaiknya Anda tidak menanyakan hal-hal yang kurang penting, seperti apakah klien lebih membutuhkan kecepatan atau kualitas. Pertanyaan itu menciptakan kesan bahwa Anda mungkin akan bekerja secara lelet atau tidak memperhatikan kualitas.

Begitu juga hindari basa-basi yang terlalu panjang. Hindari pertanyaan yang historikal, seperti tujuan awal proyek dilaksanakan, siapa inisiatornya, apa kelanjutannya, dan berbagai hal sensitif lainnya yang seharusnya bukan dalam ranah pengetahuanmu.

Kamu harus mulai belajar untuk menanyakan pertanyaan krusial seperti jumlah kata untuk penyelesaian proyek, frekuensi meeting mengenai perkembangan proyek serta, dan jadwal pembayaran. Dengan begitu, pertemuan dengan klien jadi lebih berbobot dan membantu memperjelas proyek tersebut.

5. Kesalahan kelima: tidak membuat agenda rapat

Seperti yang dilansir dari Meeting King, 25 hinga 50 persen waktu untuk rapat terbuang sia-sia dan tidak sesuai dengan hasil dari rapat itu sendiri. Hal ini menyebabkan kerugian hingga 37 miliyar dollar Amerika setiap tahunnya.

Selain itu, survei terhadap 65 CEO oleh The Wall Street Journal menemukan bahwa rata-rata CEO menghabiskan 18 jam atau 40 persen dari jam kerja per minggu hanya untuk menghadiri rapat. Rapat yang belum sepenuhnya produktif.

Maka dari itu, kamu perlu memastikan semua pertemuan dengan klien berlangsung produktif. Kamu bisa melakukan itu dengan membuat agenda rapat sebelumnya dengan klien. Bila sudah memperhitungkan lamanya rapat berlangsung, siapkanlah perihal yang ingin dibicarakan, dan konfirmasi dengan klien.

Selain meningkatkan kredibilitas dan keseriusanmu di mata klien, hal ini juga membaut rapat menjadi efisien dan lancar, karena kedua belah pihak sudah tahu apa yang ingin dibicarakan.


Bagaimana? Dari 5 kesalahan umum saat bertemu klien baru di atas, berapa yang pernah kamu lakukan? Tidak apa-apa bila kamu melakukannya, asalkan tidak menjadi kebiasaan! Semoga 5 petunjuk di atas membantu kamu kedepannya ya! Sementara itu, stay tuned untuk tips-tips bertemu klien selanjutnya dari Blog C2live ya!

 

Sumber Gambar: Pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *