Writing 101: 5 Tips Sederhana Menulis Listicle yang Baik!

Apa kamu merasa familiar dengan konten-konten berjudul ‘10 Alasan Kenapa X Itu Keren’ atau ‘15 Selebriti yang Ternyata X’? Umumnya, konten-konten tersebut dipresentasikan dalam bentuk daftar atau lebih populer dikenal dengan sebutan konten listicle (list article).

Konten listicle memiliki kekuatan dan daya tarik tersendiri bagi pembaca. Salah satunya, hanya dengan melihat judul, pembaca sudah punya gambaran besar tentang panjang konten yang akan mereka baca.

Kali ini, Blog C2live akan membagikan 5 tips sederhana yang perlu kamu ketahui saat menulis konten listicle. Apa saja?

1. Bawakan setiap poin secara singkat dan secukupnya saja

konten listicle

Via – Ramdlon

Beberapa situs, seperti IDN Times, secara jelas membedakan konten listicle dengan artikel narasi atau essay. Hal itu dikarenakan poin-poin konten listicle umumnya bersifat ringkas, bertolak belakang dengan narasi yang panjang lebar.

Ketika membaca listicle, kebanyakan pembaca punya ekspektasi bahwa mereka akan membawa penjelasan yang to the point. Jangan bertele-tele! Usahakan kurang dari 3 paragraf dan tidak lebih dari 4 baris per paragraf!

2. Gambar berperan penting dalam konten listicle

konten listicle

Via – harujam

Konten listicle amat bergantung pada gambar yang ditampilkan dalam setiap poinnya. Dalam sejumlah kasus, gambar lebih efektif menyampaikan pesan dibandingkan dengan kalimat penjelasnya. Oleh karena itu, gambar yang dipilih harus berkaitan dan bisa merepresentasikan poin secara jelas.

3. Perpanjang daftar listicle kamu!

konten listicle

Via – The Fangirl Initative

Salah satu media yang berhasil mengeksekusi konten _listicle_ secara sukses adalah Buzzfeed. Konten-konten Buzzfeed menunjukkan bahwa kekuatan listicle terbaik berkaitan dengan jumlah poin yang ditampilkan!

Artikel dengan poin yang sedikit dapat terkesan sebagai artikel essay yang dijelaskan dalam beberapa poin. Nggak heran kalau artikel terbaik Buzzfeed di tahun 2016 memiliki judul seperti ‘21 Produk Rambut yang Mengubah Hidup Pembaca Kami di Tahun 2016’ dan ‘16 Hal yang Perlu Ditinggalkan Pria di Tahun 2016’.

4. Pendek, namun terencana

konten listicle

Via – conger Design

Listicle identik dengan daftar poin yang banyak dan penjelasan pendek. Namun, hal tersebut bukan berarti listicle mudah dikerjakan. Setiap poin perlu dirancang seksama untuk tampil menarik dan fokus pada angle yang diambil.

Bila kamu memutuskan untuk membuat listicle yang menghibur, sub judul dan penjelasannya harus dapat meng-appeal selera humor pembaca. Di lain sisi, bila kamu membuat artikel listicle yang inspiratif, konten harus mengundang perasaan kagum dan memancing semangat.

5. Akhiri dengan nada penutup yang tinggi!

konten listicle

Via – Pexels

Kunci menciptakan konten listicle yang sukses terletak pada poin terakhir dalam daftar. Misalnya, bila kamu membuat konten listicle berjudul ‘15 Omelan Mama yang Membuat Jengkel Setengah Mati’, kamu dapat menaruh 14 poin yang menyebalkan, namun tutuplah dengan pesan bahwa seluruh hal menjengkelkan dilakukan ibu karena dia peduli dengan anaknya.

Konten listicle yang mengagumkan biasanya memanfaatkan poin terakhir sebagai twist untuk menyentuh perasaan dan pikiran.


Secara garis besar, lima tips tersebut dapat menjadi panduan kamu untuk memulai konten listicle yang baik. Perlu diingat, dalam menulis, tidak ada formula silver bullet yang bisa mengangkat semua kontenmu menjadi viral!

Kamu tetap perlu melakukan percobaan dengan berbagai metode penyampaian dan sudut pandang baru, serta memanfaatkan berbagai *tools* untuk membantumu!

Bila kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk menunggu tips blogging dari Blog C2live selanjutnya ya!

 

Sumber gambar: Pixabay.com; thefangirlinitiative.com

1 thought on “Writing 101: 5 Tips Sederhana Menulis Listicle yang Baik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *