Yuk, Intip Rahasia Menulis Wignya Wirasana, Juara 2 Kompetisi Blogging C2live Bersama Skyscanner!

Memenangkan kompetisi blogging bukanlah hal yang mudah. Setuju, kan? Sebab, memenangkan sebuah kompetisi tentu membutuhkan upaya dan perjuangan yang nggak main-main. Tapi, memenangkannya juga bukanlah sesuatu yang nggak mungkin! Ada beberapa hal yang mesti kamu kuasai dulu sebelum bisa memenangkan kompetisi blogging, seperti kisah dari Wignya Wirasana, salah satu pemenang kompetisi blogging C2live bersama Skyscanner bulan September lalu. Yuk, kenalan dengan Wignya Wirasana… sekalian intip apa rahasianya bisa menyabet juara 2 kompetisi blogging!

Arti Menulis bagi Wignya Wirasana

blogging competition

Sumber: Pixabay

Sebelum meminta tips mengambil hati juri kompetisi blogging, bedah dulu yuk pendapat Wignya Wirasana terhadap tulis-menulis itu sendiri! Kira-kira, sama nggak, ya sama kamu? Soalnya, bagi pria yang sudah mulai menulis sejak SMA ini, menulis memiliki makna layaknya berekspresi dan berbagi.

Berawal dari sekadar hobi menulis fiksi, Wignya Wirasana mulai menjadikan kegiatan menulis sebagai pekerjaannya. Kalau untuk beberapa orang kegiatan menulis terasa membebani, menulis adalah cara tersendiri untuk bersenang-senang bagi pria yang mulai mendalami teknik penulisan sejak tahun 2013 ini. Bagaimana nggak senang? kamu bisa menghidupkan imajinasimu dalam kata-kata, bukan lagi sekadar gagasan abstrak di dalam otak. Nggak hanya itu, kamu juga bisa membagikannya kepada orang lain. Entah sekadar untuk hiburan atau jadi inspirasi lainnya.

Oh, ya! Sebagai penulis, Wignya nggak menganggap pekerjaan penulis itu sepele, lho. Sama seperti pekerjaan lainnya yang membutuhkan profesionalitas, jadi penulis juga harus profesional. Itung-itung, tetap bisa kerja dan senang-senang dalam satu waktu gitu, deh!

Ambisi Menjadi Penulis Serba Bisa, Siapa Takut?

blogging competition

Sumber: @wignyawirasana

Pernah berhenti menulis karena bingung mau nulis apa? Mulai lagi, yuk! Dari mana? Dari mana saja! Mau mulai dari hanya satu jenis karya, misal fiksi komedi atau feature, atau mau langsung coba berbagai jenis karya, yang penting berani ambil start. Nggak perlu nungguin dapat “ilham”. Ide itu selalu ada di mana saja dan kapan saja. Cobalah menjadi lebih peka!

Seperti Wignya yang awalnya hanya menulis fiksi, hal itu nggak menghambatnya untuk menulis berbagai jenis karya seperti yang sudah dilakukannya sekarang. Yaaa, termasuk berani ikut kompetisi blogging mengenai traveling dari C2live bersama Skyscanner di bulan September kemarin! Menurut Wignya, menang kompetisi blogging itu termasuk bonus dari gemar menulis, lho. Yang penting, temukan dulu kesenangan dalam menulis!

Mengutip dari unggahan Facebook penulis kebanggaan Indonesia, Eka Kurniawan, kalau kamu benar-benar terobsesi dengan menulis, kamu nggak akan bertanya, “Mulai dari mana?” Kamu akan terus-menerus menulis, bahkan hingga babak belur. Makanya, jangan takut dan mulailah menulis dari sekarang!

Nggak harus langsung mencemplungkan diri ke kompetisi blogging, kok. Kamu bisa latihan dulu menulis di berbagai platform, salah satunya media sosial. Wignya juga nggak membatasi diri dengan hanya menulis di blognya, yaitu wignyawarsana.com, lho. Buktinya, kamu bisa menemukan tulisan-tulisan keren Wignya di Twitter, Instagram, Facebook, dan Fanpage. Selain tulisannya yang keren, kamu juga bisa menikmati estetika dari gambar-gambar yang Wignya unggah. Mantap!

Tips untuk yang Ingin Menang Kompetisi Blogging

blogging competition

Sumber: Pixabay

Nah, setelah mengenal sedikit persona Wignya Wirasana, rasanya kurang lengkap tanpa meminta tips-tips menulis untuk kompetisi blogging! Siapa tahu, kamu bisa menang kompetisi blogging dari C2live selanjutnya atau tulisan kamu diterbitkan jadi sebuah novel seperti novel Jogja After Sunset (2014) karya Wignya yang berasal dari kumpulan tulisan blognya. Yuk, langsung simak ulasan singkatnya berikut ini!

1. Yang Paling Penting: Good Storytelling!

Wignya berpendapat kalau hal yang paling penting dari menulis itu adalah good storytelling. Hal itu juga banyak diaminkan oleh para penulis dan para “kutu buku” di luar sana, lho. Nggak hanya dalam menulis karya fiksi, dalam menulis berita, feature, dan jenis lainnya pun begitu. Intinya, coba utarakan ide kamu dalam tulisan layaknya sedang berbicara. Biarkankanlah gagasanmu mengalir!

2. Tiga Pilar Tulisan yang Baik Versi Wignya Wirasana

Selain good storytelling, Wignya juga menyarankan untuk memastikan bahwa tulisanmu itu: 1) inspiratif; 2) memberikan informasi atau pengalaman baru; 3) membuat orang berpikir, “Kok, saya banget, ya?”. Bagi Wignya, kalau tulisanmu mengandung minimal salah satu dari 3 hal di atas, tulisanmu udah oke!

3. Jangan Batasi Kereativitasanmu!

Seperti yang udah disinggung tadi, ide bisa datang dari mana aja dan kapan aja. Jangan batasi kekreativitasanmu hanya di satu bidang atau satu cerita. Catat semua hal yang bagimu menarik dan bisa dikembangkan nantinya. Catatan itu nantinya akan jadi bank ide kamu, lho. Jangan malas mencatat dan jangan sepelekan apa pun di sekitarmu, termasuk tulisan lama yang rasanya masih kurang “matang”!

4. Lengkapi Tulisanmu dengan Ilustrasi yang Baik Juga

Nah, ini dia salah satu sisi unik Wignya. Ia nggak pernah absen menyertakan ilustrasi, baik gambar, foto, mau pun infografis di setiap tulisannya. Dia percaya bahwa tulisan yang baik juga mesti didukung dengan ilustrasi yang sama baiknya.

Eh, bukan berarti kamu harus jago desain visual, lho! Rahasia yang super rahasia (tapi karena baik hati Wignya mau berbagi, nih), Wignya sendiri juga nggak secanggih para desainer atau penekun desain di luar sana, lho. Wignya memanfaatkan kemampuannya membuat presentasi di Power Point untuk membuat ilustrasi yang sesuai kemudian menyimpannya dalam bentuk JPG/JPEG. Jadi, deh!

Kalau kamu mau belajar serius tentang desain dan infografis, boleh banget beli dulu buku yang membahas hal itu. Wignya juga begitu, kok. Semua memang butuh proses belajar dan adaptasi, dan pengorbanan. Tapi kalau udah mahir, kompetisi blogging mah pasti bisa kamu tangani!

5. Selalu Konsisten dan Jadi Diri Sendiri

Kedua hal itu bukanlah omong kosong meski terdengar klise. Menjadi seorang penulis membutuhkan profesionalitas, konsistensi, dan keunikan sendiri. Kalau nggak ada hal-hal itu, apa yang membuatmu istimewa? Bahkan, tanpa profesionalitas dan konsistensi, bisa jadi tulisanmu nggak kelar-kelar!

Sekiranya itulah pembelajaran yang bisa kamu ambil dari Wignya Wirasana, pemenang juara 2 kompetisi blogging dari C2live bersama Skyscanner, kali ini. Pasti kamu tercerahkan, dong? SATU tips terakhir dari Wignya untuk kamu yang mau ikutan kompetisi blogging: pilih kompetisi yang bonafit seperti kompetisi yang sering diadakan C2live.

Kompetisi blogging seperti yang sering C2live adakan sudah terjamin kredibilitasnya. Kalau mau ukur kemampuan, kamu bisa percaya kepada para juri yang membaca karyamu. Untuk portfolio pun sangat menguntungkan karena orang lain bisa tahu pertanggungjawaban hasil penjuriannya.

Kalau kamu penasaran dengan hasil karya Wignya yang menjadi juara, kamu bisa baca karyanya yang berjudul “Cerita Inspiratif dari Ujung Kulon” di sini. Nah, kalau kamu mau belajar-belajar dulu dan cari tahu tips blogging lainnya dari C2live, kamu bisa langsung klik di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *