Kenali Teknik SEO Topi Hitam dan Cara Menghindarinya!

SEO Topi HitamAda banyak sekali cara untuk meningkatkan pengunjung blog atau website milikmu. Namun, ada beberapa cara yang kerap digunakan para bloggers tanpa mengetahui bahwa cara tersebut termasuk dalam teknik SEO topi hitam atau black hat.

Apa itu teknik SEO topi hitam? Sederhananya, SEO black hat adalah teknik SEO yang melanggar peraturan atau algoritma dari mesin pencari seperti Google. Akibatnya? Halaman dari blog atau website kamu nggak akan bisa dijangkau melalui mesin pencari yang justru berakibat pada menurunnya trafik, dan bahkan di-ban oleh Google!

Tentunya kamu nggak ingin hal ini terjadi pada blog-mu bukan? Inilah beberapa teknik SEO topi hitam yang perlu kamu kenal dan hindari bila tidak ingin blog-mu hilang dari hasil pencarian mesin pencari!

Teknik SEO topi hitam yang harus dihindari!

1. Spam Comments

SEO Topi Hitam

sumber gambar: Pixelcreatures via Pixabay

Para blogger pasti sering banget menerima komen pada konten yang berisi juga link menuju halaman tertentu. Hal ini ternyata teknik yang diharapkan bisa menambah poin back link dan juga visitor pada halaman tersebut.

Hal ini tentu sah-sah saja dilakukan selama komentar, isi konten yang kamu komentari, dan juga link yang dibagikan memiliki relevansi yang tinggi dan bersifat dialogis.

Namun, jika memberikan komentar berisi link dilakukan secara ‘barbar’ pada semua blog yang kamu kunjungi, malah membuatnya terkesan tidak wajar dan tentu akan menarik perhatian Google untuk meninjau kembali setiap link yang masuk pada laman yang kamu targetkan. Apalagi bila banyak orang yang melakukan block atau flag!

Selain itu, membiarkan komentar-komentar seperti ini membanjiri halaman blog milikmu juga bukanlah hal yang baik untuk blog-mu sendiri. Selain membuatnya terlihat nggak profesional, hal ini juga membuat halamanmu dipenuhi link-link yang sebenarnya nggak relevan dengan isi konten tersebut.

Untuk menyiasatinya, gunakan plugin “spam blocking” pada media blogging-mu untuk menyortir komentar-komentar sejenis ini.

2. Plagiarism atau konten hasil duplikasi

SEO Topi Hitam

sumber gambar: Werbefabrik via Pixabay

Banyak yang memperdebatkan apakah menduplikasi konten yang sudah ada bisa dikategorikan SEO topi hitam? Meskipun terkadang kamu bisa menemukan konten duplikasi muncul bersamaan dalam satu laman pencarian, kenyataannya mesin pencari pada dasarnya mengutamakan konten yang unik untuk mengutamakan keberagaman hasil pencarian.

Dalam hal kualitas blog sendiri, tentu konten yang orisinal bisa menambah nilai tersendiri terhadap blog yang kamu miliki. Belum lagi, konten duplikasi bisa saja mengantarkanmu pada kasus pelanggaran hak cipta yang tentu akan jauh lebih merugikan daripada sekedar terdepak dari hasil pencarian mesin pencari.

3. Melakukan spinning article

SEO Topi Hitam

sumber gambar: Engin Akyurt

Article Spinning adalah teknik duplikasi konten yang lebih ‘pro’ lagi: sebuah konten dibuat ulang dengan tools tertentu guna menganti beberapa atau banyak kata dan kalimat dengan sinonim atau kata lain yang bermakna serupa sehingga terlihat seperti kalimat baru. Artikel distruktur ulang, sehingga tampak seperti tulisan orisinil.

Menjadikan konten lain sebagai referensi tentu tidak melanggar apa-apa, namun alangkah baiknya jika kamu mengombinasikannya dengan sentuhan orisinalitas dan juga referensi-refensi lainnya sehingga hasil akhir dari konten yang kamu buat lebih natural dan tentunya jauh lebih enak untuk dibaca.

Baca juga: Ini Cara Sederhana Memasang Google Analytics dalam Blogmu!

4. Cloaking

SEO Topi Hitam

sumber gambar: TeroVesalainen

Apakah kamu pernah memiliki pengalaman mengunjungi salah satu situs dari hasil pencarian mesin pencari, namun isinya jauh berbeda dari judul dan deskripsi yang tadinya kamu baca di listing hasil pencarian mesin pencari? Kemungkinan besar, konten tersebut menggunakan teknik cloaking.

Teknik cloaking adalah teknik optimasi hasil mesin pencarian yang menyajikan konten berbeda dari judul atau URL yang ditampilkan oleh hasil pencarian. Terang saja hal seperti termasuk pelanggaran terhadap “Google Webmaster Guidelines” karena kebanyakan konten cloaking menyajikan hasil yang sangat tidak relevan dan bahkan menipu.

5. Menumpuk kata kunci

SEO Topi Hitam

sumber gambar: vikngx via Pixabay

Menyusupi keyword yang spesifik pada beberapa bagian dari konten blog-mu adalah sesuatu yang bisa membantu mesin pencari mendeteksi relevansi konten dan topik. Namun, bukan berarti kamu bisa menumpuk kata kunci dalam jumlah gila-gilaan pada satu halaman yang sama!

Meski banyak yang mengakalinya dengan membuat invisible text untuk keyword hingga invisible link untuk anchor text, bukan berarti hal ini tak bisa terdeteksi oleh mesin pencari. Pemaksaan yang tidak natural seperti ini tampak jelas bukan bertujuan untuk menginformasikan pembaca. Akibatnya? Konten kamu akan sangat sulit masuk ke hasil pencarian teratas mesin pencari tentunya.

6. Back link yang tidak relevan

SEO Topi Hitam

sumber gambar: Didgeman via Pixabay

Back link kerap dianggap kunci untuk menghasilkan konten yang SEO-friendly. Namun, nggak sembarang back link yang bisa meningkatkan point SEO pada halaman blog kamu.

Memasukkan back link secara brutal menuju halaman-halaman random yang tidak relevan justru akan dideteksi sebagai hal yang tidak natural dan berujung pada menghilangnya konten blog dari mesin pencarian.

Selain back link yang relevan, pastikan keywords yang kamu gunakan memiliki tingkat relevansi yang tinggi dengan isi konten. Hal ini tentu juga membantu mengurangi angka bounce rate terhadap laman blog milikmu. Stay on topic ya!

7. Konten yang tidak berkualitas

SEO Topi Hitam

sumber gambar: Wolfblur via Pixabay

Percaya tidak percaya, menyajikan konten yang berkualitas dan informatif bisa menghindarkan-mu terdepak dari hasil pencarian. Lalu, bagaimana bisa mesin pencari menyortir dan mengetahui kualitas dari ribuan bahkan jutaan konten yang diunggah setiap harinya?

Konten yang tidak berkualitas membuat orang segera meninggalkan halaman dalam waktu singkat. Hal ini mengakibatkan bounce rate yang dimiliki halaman tersebut menjadi tinggi dan diasumsikan mengandung konten yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh para pencari.

Dengan begitu, jelas mesin pencari nggak akan menampilkan lagi konten tersebut dalam mesin pencarian dan mengutamakan konten lainnya yang dianggap lebih informatif dan disukai oleh para pencari informasi melalui mesin pencari.

Baca juga: Tools You Need: Biar Pengunjung Blog Meningkat, Yuk Pakai Newsletter!

<hr\>

Itulah beberapa teknik populer yang bisa membuat konten buatanmu dideteksi sebagai SEO black hat. Dengan menghindari berbagai hal tersebut, tentu kamu bisa terhindar dari resiko menghilang di hasil pencarian mesin pencari. Sudah siap untuk menghasilkan konten-konten yang lebih SEO-friendly? Untuk Tips SEO lainnya, jangan lupa kunjungi Blog C2live ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *