3 Tips Jitu Menulis Berita Bagi Kamu yang Ingin Mulai Belajar Jurnalisme

Ada banyak orang yang ingin menjadi jurnalis karena mereka senang menulis. Memang, penulisan merupakan bagian penting dalam menulis artikel berita. Bahkan, beberapa kursus jurnalisme sendiri sengaja mengambil tema seputar teknik penulisan.

Tapi, sayangnya banyak jurnalis pemula yang melupakan hal-hal penting dalam penulisan, terutama format penulisan. Padahal, format penulisan yang baik tidak hanya akan menghasilkan tulisan yang rapi, tapi juga dibutuhkan untuk menciptakan berita yang menarik.

Agar kamu tahu cara menghasilkan artikel berita yang rapi dan menarik, coba simak dulu tips jitu menulis berita berikut ini.

Tips-tips Jitu Menulis Berita Bagi Kamu yang Ingin Belajar Menulis Berita

Menulis Teras Berita (Lead)

Tips jitu menulis beritaSumber: StartupStockPhotos
Salah satu bagian terpenting dalam menulis berita adalah teras berita atau lead. Teras berita adalah paragraf pertama yang berisi gambaran umum berita tersebut. Bagian ini menjadi penting karena isi paragraf pertama akan sangat menentukan bagi pembaca apakah mereka ingin membaca sisa dari berita yang kamu tulis atau tidak. Teras berita harus memberi pembaca pokok berita yang kamu tulis, bahkan jika ia tidak membaca beritanya hingga selesai.

Teras berita biasanya ditulis seperti ini: Satu orang tewas dan tiga lainnya luka parah akibat kecelakaan di tol Cikampek tadi malam.

Dari contoh teras berita tersebut kita mendapatkan pokok beritanya: kecelakaan di tol Cikampek tadi malam. Tetapi, jelas masih banyak yang ingin pembaca ketahui dari berita yang kita tulis, seperti ‘apa penyebab kecelakaan tersebut?’, ‘siapa saja korbannya?’, ‘ke rumah sakit mana para korban dilarikan?’, hingga ‘bagaimana kondisi lalu lintas di tol Cikampek saat ini?’.

Rincian tersebut harus disajikan dalam berita, tetapi teras berita sudah lebih dulu menyajikan cerita singkatnya dengan cara yang menggelitik rasa penasaran pembaca. Jurnalis pemula sering mengalami kesulitan untuk memilih apa yang harus dimasukkan ke dalam lead karena keseluruhan isi berita terasa penting. Ingatlah, dahulukan gagasan besar. Tulis poin utama cerita sebagai teras berita dan tinggalkan rincian sebagai badan berita.

Jangan Pernah Lupakan Lima W dan Satu H

Tips jitu menulis beritaSumber: ivanacoi
Ada satu cara mudah untuk memisahkan apa yang harus masuk ke dalam lead dan apa yang tidak, yaitu dengan menggunakan rumus lima W dan satu H: Who, What, Where, When, Why, dan How. Rumus ini merupakan bagian penting dari tips jitu menulis berita yang tidak boleh kamu lupakan. Semua jawaban dari rumus tersebut adalah dasar yang dapat kamu masukkan ke dalam lead, tapi terkadang satu unsur akan lebih menarik dibandingkan unsur lainnya.

Contohnya jika kamu menulis sebuah berita tentang kebakaran di Istana Presiden. Unsur when akan lebih memancing pembaca untuk masuk ke dalam beritamu dibandingkan unsur what dan when. Kebakaran dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, tetapi keterlibatan tempat tinggal presiden adalah sesuatu yang tidak umum. Jadi kamu perlu menekanan unsur tersebut dan menaruhnya di lead.

Bagaimana dengan sisa ceritanya? Kamu dapat menulis bagian badan berita dengan format piramida terbalik. Informasi yang lebih penting di taruh di atas atau awal cerita dan yang tidak begitu penting di bagian bawah. Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan pembaca yang memiliki waktu dan rentang perhatian terbatas, jadi penting untuk menyampaikan inti berita di awal.

Selain itu, format piramida terbalik ini memudahkan editor untuk mempersingkat berita jika dibutuhkan. Karena, lebih mudah memangkas berita jika editor mengetahui bahwa poin penting sudah disampaikan di bagian awal.

Buat Tulisan yang Ringkas

Tips jitu menulis beritaSumber: Pexels
Mobilitas pembaca adalah salah satu faktor penting dalam penulisan berita. Orang-orang membutuhkan asupan informasi tanpa harus menghambat aktivitas mereka. Jadi jaga tulisanmu agar tetap ringkas dan padat. Tuliskan berita yang perlu kamu sampaikan dalam beberapa kata saja.

Salah satu cara melakukannya adalah dengan menggunakan format S-P-O atau Subjek- Predikat-Objek. Format S-P-O menghasilkan kalimat yang lebih singkat dan to the point, sehingga lebih efisien ketika digunakan untuk menyampaikan berita.

Contohnya kalimat ‘Para menteri membicarakan keputusan itu’. Bandingkan dengan ‘Keputusan itu dibicarakan oleh para menteri’. Selain kalimatnya lebih pendek, kalimat pertama juga merupakan kalimat aktif yang menggambarkan hubungan antara subjek dan tindakan yang dia lakukan dengan jelas, sehingga kalimat tersebut lebih hidup dan cenderung lebih menyenangkan untuk dibaca.


Itulah beberapa tips jitu menulis berita untuk jurnalis pemula. Sudah siap menciptakan konten-konten berita yang menarik dan penting untuk dibaca? Jangan lupa perhatikan teras berita, gunakan rumus lima W dan satu H, serta jaga tulisanmu agar tetap ringkas dan padat agar tidak membingungkan pembaca.

Ingin membaca tips menulis lainnya? Kamu dapat mengunjungi Blog C2live!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *